Warning Jokowi ke Biden Cs: Negara Gede Jangan Hanya Bicara!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan transisi dari energi fosil menuju energi hijau tidak dapat dilakukan segera. Sebab, masih ada gap dari sisi pembiayaan.

Saat memberikan pengarahan kepada komisaris dan direksi PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) di Istana Kepresidenan, Selasa (16/11/2021), Jokowi mengatakan transisi energi memang harus dilakukan seiring perkembangan global.

"Jadi, misalnya khusus untuk PLN memang harus dibuka, bagaimana transisi energi ini bisa dilakukan. Ada target. Misalnya tahun ini harus goal 2022 misalnya, karena tinggal sebulan 2021. (Tahun) 2022 misalnya 5.000 megawatt harus geser dari coal (batu bara) ke bisa hydro power, geotermal, bisa ke solar panel, silakan. Tapi memang sudah ada tahapan-tahapan seperti itu," ujarnya.

"Tapi di sini ada gap, yang ini murah dan ini agak mahal, gap-nya ini gimana caranya menyelesaikan karena akan banyak yang namanya investasi," lanjutnya.

Di sela kunjungan kerja ke luar negeri beberapa waktu lalu, Jokowi mengaku sudah berbicara dengan pemimpin negara-negara terkemuka seperti PM Inggris Boris Johnson maupun Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terkait hal itu.

"Negara-negara gede jangan hanya bicara saja, tapi ini ada problem gap ini siapa yang nanggung, siapa yang harus menyelesaikan, kalau negara berkembang gak mungkin nyuruh-nyuruh, gak bisa kita," kata Jokowi.

"Nah mereka kelihatannya sudah mau dari janji setiap tahun US$ 100 miliar untuk semua seluruh dunia, jangan hanya memberi bayangan angka, tapi duitnya gak nongol, kita ngomong blak-blakan saja," lanjutnya.

Untuk itu, Jokowi kembali menekankan transisi energi harus mulai disiapkan. Entah itu menuju surya hingga bayu.

"karena akan ditekan kita. Jangan berinvestasi di Indonesia karena masih menggunakan energi fosil, jangan beri bantuan ke Indonesia karena masih menggunakan fosil, nekennya pasti kayak gitu. Ini yang harus kita antisipasi," ujar Jokowi.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan