Firli Bahuri Heran Ketangkap KPK Bilangnya Apes

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Firli Bahuri mengaku heran dengan fenomena banyaknya pejabat yang ditangkap hingga ditahan KPK, tapi tidak menurunkan perilaku korupsi di Indonesia. Bahkan, kata Firli, justru ada koruptor yang bilang apes ketika ditangkap KPK.

"Kerugian negara yang kita selamatkan sudah cukup besar, upaya pencegahan pun kita lakukan, tetapi belum mampu membersihkan Indonesia dari korupsi. Saya banyak bertanya, bahkan ada para koruptor yang kita tangkap, ada yang mengatakan nasib sial, apes, nah ini yang tidak boleh terjadi," kata Firli melalui akun YouTube milik KPK RI, Jumat (10/12/2021).

Menurut Firli, budaya antikorupsi merupakan hal mendasar yang perlu dibangun dan dikembangkan. Firli berkaca dari upaya-upaya sebelumnya mulai dari penindakan hingga pencegahan yang belum mampu membersihkan Indonesia dari korupsi. Oleh karenanya, ke depan Firli ingin ada fokus untuk pembangunan budaya antikorupsi melalui pendidikan.

"Kenapa kita bersemangat ingin untuk melakukan pembangunan budaya antikorupsi karena dari yang kita lihat secara empiris, begitu banyak yang sudah ditangkap, baik KPK sekarang sudah 1.291, tahun 2021 aja kita sudah tahan orang sampai saat ini sudah 109. Saya yakin bulan 12 tahun 2021 ini akan bertambah," katanya.

Dari data yang dikantongi Firli, setidaknya sudah ada 353 kepala daerah yang menyusun peraturan untuk memasukkan materi ajaran antikorupsi dalam pendidikan. Kata Firli, KPK akan terus mendorong agar semua daerah juga membuat peraturan untuk memasukkan materi antikorupsi dalam pendidikan.

"Sasarannya apa? materi ajaran SD, SMP, SMA, SLTA, pendidikan formal maupun nonformal, itu yang kita sasar," katanya.

Tak hanya itu, sambung Firli, KPK juga fokus membangun penyuluh antikorupsi. KPK telah bekerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, kalangan cendekiawan, hingga universitas untuk mencetak penyuluh antikorupsi. Sejauh ini, sudah ada ribuan agen antikorupsi yang dicetak KPK.

"Kalau penyuluh antikorupsi itu sudah 2.014 orang sampai hari ini, tentu kita perbanyak, kalau ahli pembangun integritas sekarang 228 tentu kita akan perbanyak. Sehingga semakin banyak penyuluh antikorupsi, semakin banyak ahli pembangun integritas, maka kami berkeyakinan budaya antikorupsi akan masif dan merupakan peradaban bangsa Indonesia," tuturnya. [sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan