Hasil Jokowi Telepon Kapolri soal Pungli, 4 Preman Priok Dibui 8 Bulan

Masih ingat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelepon Kapolri terkait banyaknya pungli di kawasan pelabuhan Tanjung Priok? Empat preman yang ditangkap akhirnya dihukum 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).

Keempat preman yang dimaksud adalah Dewanto (24), Rachmat Rizky (32), Reza Alamsyah (28), dan Fauzi Prasetyo (20). "Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 8 bulan," demikian bunyi putusan PN Jakut yang dikutip detikcom, Senin (13/12/2021).

Duduk sebagai ketua majelis Maryono, dengan anggota Maskur dan Benny Octavianus. Majelis menyatakan para terdakwa bersekutu melakukan pemerasan.

"Akibat perbuatan para terdakwa tersebut, saksi korban Taufik Hidayat mengalami kerugian sekitar Rp 300 ribu. Perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat," kata majelis menilai hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa.

Di persidangan terungkap, mereka melakukan pemerasan di pintu keluar-masuk Jakarta International Container Terminal (JICT) dalam kurun Januari 202-Juni 2021. Dewanto sebagai koordinator pungli pukul 06.00 WIB dan Rachmat sebagai koordinator pungli pukul 18.00-06.00 WIB. Adapun Reza dan Fauzi sebagai anak buah mereka. Namun, Rachmat mengakui mengkoordinir 20 preman.

Dalam aksinya, mereka meneriaki sopir hingga mengintimidasi sopir truk. Bahkan juga melakukan pengancaman dengan senjata tajam. Karena takut, korban Taufik Hidayat memberi uang Rp 300 ribu.

"Saksi melakukan penangkapan atas dasar perintah pimpinan/atasan saksi sehubungan dengan telah terjadi tindak pidana yang telah viral di media sosial di mana ada pertemuan antara sopir kontainer dengan Presiden Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, di mana sopir kontainer tersebut mengeluh kepada Presiden mengenai banyaknya pungutan liar dan pemalakan oleh para preman di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, dan selanjutnya tanggal 14 Juni 2021 dini hari saksi bersama tim mendapat perintah untuk mengamankan orang-orang yang diduga sebagai preman dan akhirnya saksi berhasil mengamankan para terdakwa," ujar salah seorang anggota Polri yang menangkap pelaku.

Di persidangan, salah seorang terdakwa, Rachmat, juga mengaku perbuatannya. Dari 20 anak buahnya, Rachmat mengaku mendapat Rp 120 ribu per shift.

"Preman yang saya koordinir ada 20 orang dengan cara terdakwa mengkoordinir adalah membagi Waktu berjaga mereka menjadi setiap 30 menit (dengan total 24 kali waktu jaga) dalam kurun waktu 12 jam, (06.00-18.00)," ujar Rachmat.

Reza mengakui kerap meminta uang ke sopir kontainer dari Rp 500 sampai Rp 1.000. Dalam satu shift, Reza menyetor Rp 5 ribu ke korlap. Bila sopir tidak memberi uang, Reza melempari truk dengan batu.

"Setiap 30 menit saya mendapatkan uang kurang-lebih sebesar Rp 25.000," tutur Reza.

Sebagaimana diketahui, Jokowi melakukan kunjungan ke Tanjung Priok pada 10 Juni 2021. Jokowi menerima keluhan dari sopir-sopir soal banyaknya pungli. Di hadapan para pengemudi truk kontainer, Jokowi langsung menelepon Kapolri dan memerintahkan Kapolri menindak kriminalitas yang ada di kawasan Terminal PelabuhanTanjung Priok.

"Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, ada keluhan, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar,pungli, di (Terminal) Fortune, di NPCT One, kemudian di Depo Dwipa, pertama itu," kata Jokowi.

"Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan, itu saja."

"Siap laksanakan, Bapak," kata Kapolri Sigit menjawab dari sambungan telepon.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan