Ini Warga RI yang Bakal Disuntik Booster Vaksin Lebih Dulu

Ada kelompok masyarakat yang diberikan lebih dulu vaksin booster. Yaitu mereka yang masuk dalam risiko tinggi seperti tenaga kesehatan.

"Saya rekomendasi, ikut rekomendasi Ketua ITAGI, sudah diberikan nakes, prioritaskan lansia dan immunocompromised (mereka yang alami gangguan respons imun). Sekali lagi orang-orang berisiko tinggi," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/12/2021).

"Kita pastikan harus mereka, kalau enggak mereka kalah. Para pejabat dengan para tokoh, anak muda, ambil sendiri".

Vaksin booster direncanakan akan dimulai pada bulan awal 2022 mendatang. Dengan mekanisme gratis untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan) dan lansia, serta kelompok di luar yang berbayar.

Dia mengatakan untuk stok vaksin masih bisa hingga tiga bulan mendatang dengan jumlah hampir 100 juta dosis. Berikutnya akan datang vaksin dengan jumlah banyak yang berasal dari donasi negara lain.

"Karena banyak yang menawarkan vaksin gratis ke saya karena di negara maju kebanyakan. Total APBN 161 juta antar 50-100 juta vaksin gratis," ungkapnya.

Saat ini, Indonesia sedang melakukan uji coba jenis vaksin untuk booster. Baik itu jenis yang sama seperti dua dosis sebelumnya atau diberikan berbeda.

Vaksin yang diuji, Budi mengatakan yang sudah ada di Indonesia saat ini. Jika ada yang ingin jadi booster dan di luar vaksin yang ada bisa memasukkan uji klinis.

Sementara itu vaksin Merah Putih juga disiapkan sebagai booster serta anak. Uji coba vaksin tersebut juga diperuntukkan untuk vaksin penguat dan anak.

"Sudah tersedia langsung pakai untuk booster dan anak rencananya semester 2," kata Budi.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan