Jokowi: Gigit Siapapun Terbukti Jahat ke Negara & Masyarakat

Presiden Joko Widodo(Jokowi) meminta kepada jajaran Kepala Kesatuan Wilayah agar penegakan hukum tidak pandang bulu. Sebab masyarakat saat ini melihat dan menilai apa yang terjadi khususnya di bidang hukum.

"Masyarakat itu menilai dan persepsi kepuasan publik itu tercermin dalam setiap survei," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Kesatuan Wilayah Tahunan 2021 di Kabupaten Badung, Bali, Jumat(3/12).

Jokowi membeberkan dari hasil survei Litbang Kompas kepuasan publik terhadap bidang hukum pada 2021 turun menjadi 60,6 persen yang sebelumnya pada pada 2020 yaitu 62,5 persen. Sebab itu mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta kepada penegak hukum agar tidak pandang bulu untuk bertindak.

"Hati-hati. Penegakan hukum harus tanpa pandang bulu, ini dilihat masyarakat lho. Artinya sering saya sampaikan ya memang ketegasan harus gigit siapapun yang terbukti melakukan tindak kejahatan pada negara juga masyarakat," ungkapnya.

Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga terbuka terhadap kritikan yang dilayangkan kepada pemerintah. Dia meminta agar setiap unsur kepolisian dapat menghormati kebebasan berpendapat. Apabila ada kritik, kepolisian diminta untuk menanggapi kritikan tersebut dengan pendekatan persuasif dan dialogis.

"Kritik dipanggil, mengkritik dipanggil. Kalau mengganggu ketertiban iya silakan, tapi kalau enggak jangan, karena kita sudah menyatakan ini negara demokrasi. Hormati kebebasan berpendapat dan serap aspirasinya," katanya.[merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan