Menkes: Positivity Rate di Pintu Masuk Darat-Laut Lebih Tinggi dari Udara

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan terjadi peningkatan pelaku perjalanan dari luar negeri yang cukup tinggi dari seluruh pintu masuk. Namun positivity rate lebih tinggi melalui pintu masuk darat dan laut dibandingkan melalui udara.

"Dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan pelaku perjalanan luar negeri yang cukup tinggi di seluruh pintu masuk, dan kita sudah amati semua kita tes PCR dan genome sequencing ternyata pintu masuk laut dan pintu masuk darat jauh lebih tinggi positivity rate-nya dibandingkan pintu masuk udara," kata Budi, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Setpres, Senin (20/12/2021).

Oleh karena itu Budi meminta agar TNI, Polri dan Kemendagri akan melakukan penguatan proses survailance dan karantina di pintu masuk pintu masuk laut dan darat. Adapun cara yang akan dilakukan selain mendeteksi virus omicron melalui tes whole genome sequencing (WGS), pemerintah juga akan menggunakan metode PCR SGTF atau S Gene Target Failure.

Metode PCR SGTF itu diperkirakan akan dapat mendeteksi Omicron dengan lebih cepat dibandingkan metode WGS meskipun tidak 100 persen hasilnya.

"Jadi (SGTF) tidak 100 persen seperti WGS, tapi kemungkinan besar dapat mendeteksi omicron dalam waktu 4-6 jam saja. Sedangkan WGS membutuhkan waktu 3-5 hari," ujarnya.

Budi mengatakan kasus Omicron di Indonesia berasal dari imported kasus dari luar negeri. Oleh karenanya ia meminta kerjasama semua pihak untuk memperketat pintu masuk kedatangan internasional.

"Oleh karena itu perlu kita perketat kedatangan luar negeri kita dan karantina kita agar kasus kasus yang datang dari Nigeria yang datang dari London, yang datang dari Guyana Amerika ini bisa terus kita jaga," katanya.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan