Pengeboran di Natuna Dikomplain China, SKK Migas Jalan Terus

SKK Migas melanjutkan aktivitas pengeboran minyak dan gas di Blok Tuna, lepas pantai Natuna Timur, Kepulauan Riau, di tengah komplain yang dilancarkan China. Aktivitas SKK Migas bersama Premier Oil Tuna BV tersebut sejauh ini, menemukan cadangan migas di perbatasan RI-Vietnam.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menegaskan tidak ada perintah penyetopan kegiatan pengeboran. "Sejauh ini, belum ada perintah untuk menghentikan operasi di Laut Natuna," kata Julius menanggapi kabar tersebut kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/12).

Bahkan, ia menyatakan permintaan atau lobi dari China kepada Indonesia belum pernah terdengar. "Sama sekali tidak ada. Mungkin, itu urusan diplomatik Kementerian Luar Negeri ya," imbuh dia.

Karena alasan itulah, maka aktivitas pengeboran migas di Laut Natuna tetap berjalan. "Semua program berjalan sesuai rencana," jelas Julius.

Kabar China meminta Indonesia menyetop pengeboran migas di Laut Natuna diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan. Menurut informasinya, China telah mengajukan protes diplomatik tersebut kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia.

"Jawaban kami sangat tegas bahwa kami tidak akan menghentikan pengeboran karena itu adalah hak kedaulatan kami. (Surat itu) sedikit mengancam, karena itu adalah upaya pertama diplomat China untuk mendorong agenda nine-dash line mereka terhadap hak-hak kami di bawah hukum laut," ungkap Farhan seperti dikutip dari Reuters.

Kendati begitu, menurut Farhan, Pemerintah Indonesia memilih diam terhadap permintaan dari Negeri Tirai Bambu itu. Sikap diam diambil karena tidak mau isu ini berujung menjadi insiden diplomatik. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan