Luhut Targetkan PPLN Bebas Masuk RI Tanpa Karantina Mulai 1 April 2022

Pemerintah berencana memperluas kebijakan bebas masuk wilayah Indonesia tanpa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) pada 1 April mendatang. Kebijakan itu diterapkan dengan melihat terlebih dahulu uji coba tanpa karantina yang akan dilakukan di Bali pada 14 Maret 2022.

"Jika uji coba di Bali berjalan baik, kami akan memperluas kebijakan tanpa karantina di seluruh Indonesia sejak 1 April 2022. Namun, sekali lagi, kebijakan ini akan dilakukan berdasarkan data perkembangan pandemi ke depan," ujar Koordinator PPKM Jawa dan Bali, Luhut Binsar Panjaitan, dalam jumpa pers secara daring, Minggu (27/2).

Luhut berujar pemerintah memilih Bali sebagai lokasi uji coba proyek percontohan dikarenakan tingkat vaksinasi dosis kedua umum yang sudah tinggi dibandingkan provinsi lain.

Namun, lanjut dia, dalam masa persiapan menuju tanggal 14 Maret nanti pemerintah akan terus mengakselerasi dosis kedua lansia dan booster.

Meskipun begitu, Luhut bilang kebijakan bebas masuk ke Bali tanpa karantina bagi PPLN harus memenuhi sejumlah syarat.

Yakni PPLN yang datang harus menunjukkan pembayaran booking hotel yang sudah dibayar minimal 4 hari atau menunjukkan bukti domisili di Bali bagi WNI. Kemudian PPLN yang masuk harus sudah vaksinasi lengkap atau booster.

PPLN melakukan entry PCR tes dan menunggu di kamar hotel hingga hasil tes negatif keluar. Setelah negatif, PPLN dapat bebas beraktivitas dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"PPLN kembali melakukan PCR tes di hari ketiga di hotel masing-masing," kata Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mengatakan event internasional yang akan dilakukan di Bali selama masa uji coba tanpa karantina akan menerapkan ketentuan tes antigen setiap hari terhadap peserta tanpa terkecuali.

Selain itu, tambah Luhut, akan dilakukan pencabutan kewajiban adanya sponsor/penjamin untuk permintaan e-visa turis karena dinilai memberatkan wisatawan asing yang akan masuk.

"Target 14 Maret 2022 dapat kita percepat 1 minggu jika dalam evaluasi minggu depan, tren kasus menunjukkan hasil yang membaik," ungkap dia.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan