Profil Lasro Marbun, Eks Anak Buah Ahok yang Digagalkan Gubsu Jadi Sekda

Nama Lasro Marbun menghebohkan publik usai digagalkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut meski mendapat nilai tertinggi. Bagaimana profil Lasro yang digagalkan Gubsu ini?

Dihimpun dari beberapa sumber, Rabu (23/2/2022), pria kelahiran 1 Desember 1964 ini pernah menduduki jabatan Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Kabiro Ortala) DKI Jakarta.

Lasro kemudian dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada tahun 12 Februari 2014. Lasro dilantik oleh Gubernur DKI saat itu, Joko Widodo (Jokowi).

Masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Lasro diangkat menjadi Kepala Inspektorat. Namun Lasro akhirnya dicopot setelah kasus pengadaan UPS dan anggaran siluman di APBD DKI mencuat.

Setelah tidak lagi menjabat di Jakarta, Lasro sempat pindah ke Sumut untuk menjadi Kepala Bappeda di Kabupaten Humbahas. Namun tidak lama kemudian dia kembali ditarik ke Jakarta saat Djarot Saiful Hidayat sebagai gubernur.

Lasro kemudian kembali pindah ke Sumut. Dia dilantik oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebagai Kepala Inspektorat sejak tahun 2019.

Lasro juga sempat diamanahkan sebagai PJs Bupati Samosir untuk menjaga netralitas ASN pada Pilkada serentak tahun 2020. Dia juga kini diamanahkan sebagai Plt Kadis Pendidikan Sumut seiring mundurnya Prof Syaifuddin.

Lasro Digagalkan Sebagai Sekda

Gubernur Sumut menyampaikan soal dirinya yang menggagalkan Lasro Marbun sebagai calon Sekda Sumut. Lasro digagalkan Edy meski mendapatkan nilai terbaik saat tes.

"Untuk seleksi sekda, nomor satu the best pak Lasro. Saya panggil beliau, saya minta maaf, pak Lasro tidak saya luluskan," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Selasa (22/2).

Edy pun mengungkapkan alasannya menggagalkan Lasro. Edy mengatakan masih membutuhkan Lasro sebagai Kepala Inspektorat Sumut.

"Saya minta maaf pak Lasro, tidak saya luluskan, saya tidak luluskan, pasti cita-cita nya mau jadi eselon I, dengan segala macam pertimbangan saya butuh dia. Perkara kesejahteraan biar kita nanti doakan," tuturnya.

Lasro mengatakan dirinya akan tetap loyal kepada Edy Rahmayadi meski digagalkan menjadi Sekda. Meski begitu, Lasro mengaku sedih karena hal itu.

"Sebagai putra bangsa, sebagai instutusi tentu loyal kepada institusi dan pimpinan. Sebagai manusia pegawai negeri, tentu saya sedih juga," kata Lasro di rumah dinas Gubsu.

Lasro mengatakan tindakan yang diambil Gubsu itu sudah sesuai dengan kebutuhannya sebagai pemimpin daerah. Lasro berjanji akan tetap bekerja secara maksimal sebagai inspektur.

"Orang tua sudah menyatakan isi hati, isi pikiran. Kan beliau pimpinan kita, beliau lebih tahu apa kebutuhan beliau untuk Sumatera Utara sampai dengan 5 September 2023. Jadi saya sebagai putra Sumatera Utara, sebagai putra Indonesia sebagai anak kampung ya terima dan tetap bekerja, bekerja bekerja," ujarnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan