6 Fakta Serangan KKB Berujung Gugur 2 Prajurit TNI di Papua

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menyerang Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3 di Nduga, Papua. Akibat kejadian itu 2 orang prajurit TNI gugur.

Insiden itu diketahui terjadi pada Sabtu (26/3) kemarin pukul 17.40 WIT. Total ada 10 orang prajurit TNI yang menjadi korban dari kejadian tersebut.

"Mereka diserang dari berbagai arah hingga menyebabkan jatuhnya 10 korban," kata Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan dilansir dari Antara, Minggu (27/3/2022).

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum dari kejadian tersebut:

1. Komandan Pos Satgas Gugur

Serangan KKB itu menyebabkan seorang Komandan Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3 bernama Letda M Iqbal Gugur. Kabar gugurnya Letda M Iqbal itu dikonfirmasi oleh Wakapendam XVII/Cendrawasih Letkol Candra Kurniawan.

"Betul (Letda M Iqbal gugur). Saat ini sudah dievakuasi ke Timika," ujar Candra, Minggu (27/3/2022).

2. Kondisi Para Korban

Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Julius Widjojono menyebut selain M Iqbal ada satu prajurit TNI yang juga gugur dalam insiden itu. Seorang prajurit itu ialah Pratu Mar Wilson Anderson Here.

Selain itu, ada dua prajurit dalam kondisi kritis akibat penyerangan itu. Keduanya, yakni Serda Mar Rendi Febriansyah dan Serda Mar Ebit Erisman. Sedangkan 6 prajurit lainnya dilaporkan hanya mengalami luka ringan.

3. KSAL Minta Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Peristiwa itu membuat TNI AL berduka. Julius dalam keterangannya, menyampaikan perintah KSAL Laksamana TNI Yuda Margono memerintahkan seluruh jajaran TNI AL mengibarkan bendera setengah selama 3 hari.

"Mengibarkan bendera setengah tiang selama 3 hari berturut-turut mulai Senin 28 Maret 2022," pungkasnya.

4. TNI dan KKB Sempat Baku Tembak

Saat kejadian diketahui ada 35 prajurit yang sedang berjaga di Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3. Tindakan semena-mena KKB itu membuat prajurit TNI berdiam diri. Kontak tembak pun sempat terjadi.

"Mendapat serangan, seluruh personel Satgas yang berjumlah 35 orang pada pukul 17.52 WIT membalas dengan tembakan dan melakukan pengejaran," kata Julius.

5. Menyerang Pakai Senjata Pelontar Granat

Diketahui KKB menyerang prajurit TNI dengan menggunakan senjata pelontar granat atau grenade launcer module (GLM). Senjata itu diambil KKB dari Satgas Yonif.

"Sementara informasi yang didapatkan GLM yang digunakan untuk menyerang diduga diambil dari Satgas Yonif 700, sedangkan amunisi GLM adalah rampasan dari Satgas Yonif 330," terang Julius.

6. Motif Penyerangan Masih Gelap

Julis menyebut hingga kini belum terungkap motif atau latar belakang KKB menyerang Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3. Pihaknya masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut.

Motif penyerangan masih didalami," jelas Julius. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan