Anggota DPR Ungkit Vaksin Nusantara: Terawan Harus Dipuji, Bukan Dipecat IDI

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena heran mengapa IDI memecat Terawan.

"Tentu kami mendorong agar seluruh inovasi anak bangsa dalam rangka untuk memberikan kontribusi bagi apapun di bidang kesehatan harus dihargai dan diapresiasi. Sehingga tentu Pak Terawan dan orang-orang seperti Pak Terawan yang bergerak di bidang kesehatan memberikan inovasi-inovasi yang baik bagi pengobatan di Tanah Air. Tentunya kita harus memberikan apresiasi dan bukan sanksi, apalagi dalam bentuk pemecatan oleh MKEK IDI ini," kata Melki kepada wartawan, Sabtu (26/3/2022).

Melki menyinggung inovasi terapi cuci otak atau Digital Substraction Angiography (DSA) oleh dokter Terawan. Dia mengatakan banyak orang yang merasakan manfaat dari inovasi bikinan Terawan itu.

"DSA sendiri setahu saya sudah puluhan ribu orang yang terbantu dan juga sudah ada di berbagai rumah sakit di tanah air. Jadi artinya sudah digunakan, dibuktikan dan dirasakan manfaatnya," tuturnya.

Dia juga menyinggung soal vaksin Nusantara untuk Corona yang dicetuskan oleh Terawan. Dia mengatakan inovasi tersebut harus diberi apresiasi, bukannya malah dipecat IDI.

"Demikian juga vaksin nusantara sudah banyak juga orang yang pakai dan dirasakan manfaatnya. Tentu hal semacam ini harus betul kita apresiasi dan jangan sampai justru dipakai jadi alasan untuk memecat Pak Terawan karena faktor-faktor yang bisa dikomunikasikan antara MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) IDI dan dokter Terawan," jelasnya.

Melki mengatakan pihaknya bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR akan meninjau praktik Undang-undang (UU) Kedokteran dan UU Pendidikan Kedokteran. Hal itu dilakukan guna menyempurnakan pelayanan kesehatan serta peran dari profesi dokter di Indonesia.

"Ini bisa kita lakukan dalam rangka menyempurnakan kondisi pelayanan kesehatan Tanah Air termasuk bagaimana peran dari profesi," imbuhnya.

Dokter Terawan sebelumnya resmi dipecat sebagai anggota IDI berdasarkan keputusan MKEK. Terawan dan IDI memiliki hubungan panas dingin sejak munculnya terapi 'cuci otak'.

Terawan dipecat dalam Muktamar Ke-31 IDI yang digelar di Aceh. Terawan pun tidak diizinkan melakukan praktik kedokteran. Hal itu dikonfirmasi Ketua Panitia Muktamar Ke-31 IDI dr Nasrul Musadir Alsa, Sabtu (26/3).

"Iya (dipecat), dari hasil muktamar yang kami terima ya. Dari hasil yang kita terima yang diserahkan panitia memang begitu, (sesuai) MKEK iya," kata dr Nasrul Musadir Alsa. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan