Fantastis! Harta Karun Berkilau RI Ini Terbesar ke-5 Dunia

Indonesia dianugerahi kekayaan sumber daya alam melimpah, salah satunya di sektor pertambangan mineral dan batu bara. Tak hanya nikel atau batu bara, ternyata Indonesia juga menyimpan 'harta karun' komoditas lainnya dengan jumlah sangat besar, bahkan termasuk dalam lima terbesar di dunia.

'Harta karun' yang dimaksud di sini yaitu emas. Ternyata, Indonesia tercatat sebagai pemilik cadangan emas terbesar kelima di dunia, setelah Australia, Rusia, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

Berdasarkan data Booklet Emas yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020, mengolah data USGS dan Metals Focus 2020, Australia merupakan pemilik cadangan emas terbesar dunia dengan jumlah 10.000 ton Au (emas) atau dengan porsi 20% dari total cadangan emas dunia yang mencapai 50.300 Ton Au (emas).

Menyusul Australia, Rusia merupakan pemilik cadangan emas terbesar kedua di dunia dengan porsi 11% dari total cadangan emas dunia atau sebesar 5.300 Ton, lalu Afrika Selatan dan Amerika Serikat masing-masing menguasai 6% cadangan emas dunia di mana Afrika Selatan memiliki 3.200 Ton dan AS 3.000 ton, lalu Indonesia menguasai 5% cadangan emas dunia.

Indonesia tercatat memiliki cadangan emas sebanyak 2.600 Ton Au.

"Indonesia memiliki cadangan emas 5 besar di dunia, artinya Indonesia berperan penting dalam penyediaan bahan baku emas dunia," tulis Booklet Emas, berdasarkan data USGS 2020, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (18/03/2022).

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM pada 2019, dari sisi sumber daya bijih emas, Indonesia bahkan tercatat memiliki 14,96 miliar ton, sumber daya logam 0,01 juta ton. Sementara dari sisi cadangan bijih emas, Indonesia tercatat memiliki cadangan bijih emas mencapai 3,6 miliar ton dan cadangan logam emas 0,005 juta ton.

Dengan besarnya 'harta karun' emas negara ini seharusnya akan diuntungkan, terutama saat harga minyak diperkirakan masih akan terus melonjak.

Sentimen negatif dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sedikitnya sudah mereda karena pasar sudah mengetahui arah kebijakan The Federal Reserve/The Fed ke depan.

"Permintaan emas masih banyak dan begitu banyak kekhawatiran yang membuat permintaannya naik. Bukan tidak mungkin emas akan menyentuh level US$ 2.000 lagi," tutur Miguel Perez-Santalla, Kepala Marketing dan Penjualan Trading di Heraeus Metal Management New York, seperti dikutip Reuters, Jumat (18/03/2022).

Sebelumnya, Wang Tao, Analis Pasar Reuters, menilai harga emas kemungkinan berbalik ke zona US$ 1.960-1.979/troy ons dengan titik support kuatnya di US$ 1.890/troy ons.

Pada Jumat (18/03/2022) pukul 06:15 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.941,71 per troy ons, melemah 0,05% dari hari sebelumnya.

Harga emas sempat naik 0,76% pada perdagangan kemarin ke US$ 1942,64 per troy ons. Hari sebelumnya, harga sang logam mulia menguat 0,52% ke US$ 1.927,93 per troy ons.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan