Indonesia Ikut Setujui Resolusi PBB untuk Setop Invasi Rusia ke Ukraina

Indonesia bersama 140 negara lain menyetujui resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang meminta Rusia menghentikan serangannya ke Ukraina.

Voting diambil dalam Sidang Majelis Umum PBB Sesi Khusus Darurat (Emergency Special Session), di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (2/3) waktu setempat. Sidang dipimpin oleh Presiden Majelis Umum PBB Abdulla Shahid.

Dilansir AFP, Kamis (3/3/2022), resolusi itu juga mengutuk kebijakan Vladimir Putin selaku Presiden Rusia mengerahkan pasukan nuklirnya dalam posisi siaga.

Momen voting ditayangkan lewat siaran langsung di kanal YouTube PBB. Sidang dipimpin oleh Presiden Majelis Umum PBB Abdulla Shahid. Tepuk tangan bergemuruh, terlihat Wakil Tetap Ukraina di PBB Sergiy Kyslytsya berdiri dan bertepuk tangan, sedangkan Wakil Tetap Rusia di PBB Vasiliy Nebenzia duduk dengan masker turun ke bawah bibir.

Berikut rinciannya jumlah negara yang menyetujui resolusi PBB:
Setuju: 141 negara
Tidak setuju: 5 negara
Tak memberikan suara: 35 negara

Dalam layar, terlihat Indonesia menjadi salah satu dari 141 negara yang menyetujui resolusi ini. Dari Asia Tenggara, ada pula Malaysia, Singapura, Timor Leste, Singapura, hingga Thailand yang juga menyetujui resolusi ini. Afghanistan yang kini dipimpin Taliban juga menyetujui resolusi untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina ini.

Negara-negara yang tidak setuju dengan resolusi ini adalah Rusia, Belarusia, Korea Utara, Suriah, dan Eritrea.

Negara-negara yang abstain antara lain China, Bolivia, Iran, Irak, India, Pakistan, Vietnam, hingga Afrika Selatan.

Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Komisi PBB untuk pengungsi, UNHCR, mencatat ada 835.928 pengungsi yang meninggalkan Ukraina sejak 24 Februari. Para pengungsi itu pergi dari Ukraina sejak Rusia memulai invasi.

Dilansir dari CNN, Rabu (2/3/2022), 453.982 pengungsi disebut melarikan diri melalui Polandia. Sementara, 116.348 lainnya pergi ke Hongaria.

UNHCR juga mencatat ada 96.000 orang lainnya yang pindah ke Rusia dari wilayah Donetsk dan Luhansk antara 18 dan 23 Februari. Kedua wilayah itu dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia.

Kremlin telah mengakui dua daerah itu sebagai negara merdeka. Aksi Rusia itu dianggap bertentangan dengan hukum internasional.

Militer Rusia terus melakukan serangan di berbagai wilayah Ukraina. Sejumlah wilayah Ukraina telah dikuasai militer Rusia. Wilayah terbaru yang diklaim telah dikuasai Rusia ialah Kota Kherson. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan