Jreng! Jurus Baru Jokowi, Migor Dilepas Harga Keekonomian

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengambil sikap terkait kelangkaan minyak goreng di pasaran dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah mensubsidi minyak goreng (migor) curah, dan melepas harga migor kemasan dengan harga keekonomian.

Usai berkemah di lokasi kawasan Ibu Kota Nusantara, Jokowi bertolak ke Jakarta dan menggelar rapat terbatas terkait kelangkaan minyak goreng, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam rapat yang digelar secara tertutup itu, pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi untuk harga minyak kelapa sawit curah sebesar Rp 14 ribu per liter.

Subsidi akan diberikan berbasis dana yang berasal dari Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPBDKS). Sementara untuk kemasan lain, akan menyesuaikan terhadap nilai keekonomian, alias dilepas harga pasar.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan akan mengawal ketat proses distribusi dan ketersediaan stok minyak goreng di pasaran, menindaklanjuti keputusan rapat bersama Jokowi.

"Kami dari kepolisian siap mengawal sehingga jaminan distribusi ketersediaan di pasar betul-betul riil di lapangan," kata Sigit dalam konferensi pers usai rapat terbatas, Selasa (15/3/2022).

Sigit menegaskan aparat keamanan akan memastikan keputusan pemerintah berjalan dengan lancar di lapangan. Sigit menegaskan harga minyak di pasaran akan terus dijaga.

"Kami akan kerja sama dengan stakeholder terkait untuk memastikan minyak curah kemudian minyak kemasan sesuai yang disampaikan sesuai harga keekonomian ada di pasar," tegas Sigit.

Sebelumnya, Jokowi sempat mengecek langsung ketersediaan minyak goreng di sejumlah lokasi pasar dan toko swalayan di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada akhir pekan kemarin.

Saat tiba di sebuah minimarket yang berada di Pasar Kembang, Yogyakarta pada pukul 09.05 WIB, Jokowi langsung berjalan menuju tempat minyak goreng. Namun ketika itu, tidak ada stok minyak goreng.

"Baru tadi pagi Pak," jawab penjaga minimarket.

Jokowi pun menanyakan harga jual minyak goreng tersebut. "Kalau yang dua literan itu Rp28.000, tapi kalau yang satu liter itu Rp14.000," ucap penjaga minimarket.

Tak hanya menanyakan harga, Jokowi juga sempat menanyakan terkait distribusi pengiriman minyak goreng tersebut. "Tapi datang lagi kapan?" tanya Jokowi

"Enggak mesti, Pak," ucap penjaga toko tersebut.

Selain mengunjungi toko swalayan, Jokowi juga mengecek langsung ketersediaan minyak goreng di pedagang yang berada di Pasar Beringharjo dan Pasar Sentul Yogyakarta. Di kedua pasar tersebut, Jokowi menemukan harga yang bervariasi, mulai dari Rp14.000 per liter hingga Rp20.000 per liter.

Namun, tingginya harga minyak goreng juga tidak menjamin ketersediaan adanya stok. "Barang ada, tapi mahal ya," ucap Jokowi mengomentari tingginya harga minyak goreng.

"Ada tapi lambat Pak, nanti kalau sudah habis lama lagi," kata pedagang.

Masalah lainnya adalah tidak adanya jadwal yang pasti tentang pengiriman minyak goreng ke para pedagang maupun toko swalayan. Jokowi tidak mendengar jawaban yang pasti kapan minyak goreng akan dikirim. Hampir semua pedagang menjawab tidak tahu kapan akan ada pengiriman berikutnya.

"Ya nggak mesti Pak, bisa tiga hari sekali," ucap salah satu pedagang yang ditemui Presiden Jokowi.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan