Mahfud Md Yakin KPK Bergerak Telusuri Pengadaan yang Disorot Firli

Ketua KPK, Firli Bahuri menilai kejengkelan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal impor ada kaitannya dengan korupsi pengadaan barang dan jasa. Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan sudah menjadi bagian dari tugas KPK untuk memberantas korupsi sehingga tidak perlu ada dorongan untuk mengusut dugaan tersebut.

"Saya tidak perlu mendorong-dorong. Sudah tugas KPK untuk memberantas korupsi," kata Mahfud saat dihubungi, Sabtu (26/3/2022).

Mahfud yakin KPK sudah bergerak menelusuri dugaan korupsi pengadaan barang yang disampaikan Firli. Dia meminta semuanya untuk menunggu.

"Saya percaya KPK sudah bergerak. Kita tunggu saja," ujarnya.

Sebelumnya, Firli menyoroti kejengkelan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal sejumlah kementerian/lembaga yang banyak membeli produk impor. Firli mengatakan kejengkelan Jokowi itu ada kaitannya dengan korupsi pengadaan barang dan jasa yang selama ini terjadi.

"Saya mengerti arti 'kemarahan' Bapak Presiden karena sikap kita terhadap kemampuan produk dalam negeri versus produk impor sudah keterlaluan. Ini ada hubungannya dengan korupsi pengadaan barang dan jasa," kata Firli dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/3).

Firli mengatakan pihaknya telah memberikan perhatian pada korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa. Dia menyebut pengadaan barang dan jasa menjadi sektor yang rawan suap.

"Sudah lama KPK memberikan perhatian kepada korupsi barang dan jasa, terutama karena di dalamnya rawan suap dan sogok yang sering berakhir dengan kegiatan tangkap tangan oleh KPK," katanya.

Firli mendukung arahan Jokowi untuk mengutamakan membeli barang yang diproduksi di dalam negeri. Dia mengatakan korupsi di pengadaan barang dan jasa (PBJ) harus segera dihentikan. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan