Jokowi Dinilai Punya Banyak Julukan: Bapak Nusantara hingga Bapak Rakyat

Berbagai julukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) diusulkan. Peneliti politik dari lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai banyak julukan yang dapat diberikan sesuai dengan hasil kerja Jokowi.

"Julukan itu kan sebenarnya diberikan karena kedekatan terhadap sebuah peristiwa atau sebuah hasil kerja," kata Hensat panggilan akrab Hendri, saat dihubungi Senin (18/4/2022).

Ia mengatakan salah satu julukan yang sesuai dengan hasil kerja yaitu bapak infrastruktur. Namun menurutnya julukan ini akan serupa dengan Presiden Soeharto.

"Nah kalau dilihat dari sana memang bapak infrastruktur itu paling dekat dengan Pak Jokowi karena memang rakyat Indonesia sangat kenal Pak Jokowi ya dari sisi pembangunan infrastrukturnya," kata Hensat.

"Tapi kalau kemudian nanti jadi infrastruktur ya akan dekat dengan Soeharto sih, karena kan Soeharto Bapak Pembangunan basically pembangunan infrasktruktur. Tapi memang beliau membangun," sambungnya.

Selain itu menurutnya julukan Bapak Nusantara juga dapat diberikan ke Jokowi. Hal ini menurutnya sebagai penghargaan terhadap Jokowi yang telah menginisiasi pembangunan Ibu Kota Nusantara.

"Kalau menurut saya salah satu yang bisa diusulkan adalah ya Bapak Nusantara itu, nggak perlu pakai ibu kota tapi nusantara sebagai penghargaan Pak Jokowi yang menginisiasi pembangunan ibu kota baru yang namanya nusantara itu," kata Hensat.

Tidak hanya itu, Jokowi juga disebut sebagai Presiden yang dekat dengan rakyat dan sosok yang sederhana. Sehingga menurutnya julukan sebagai Bapak Rakyat pun bisa disematkan pada Jokowi.

"Ya apapun itu semoga saja ini menjadi torehan sejarah yang baik buat Pak Jokowi. Karena kalau dilihat dari dia banyak lah yang dekat juga selain nusantara dan infrastruktur, dia juga difigurkan sebagai Presiden yang sederhana, presiden yang merakyat, presiden yang memang senangnya kerja kerja kerja. Jadi kalau mau namanya Bapaknya Rakyat ya boleh juga," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, akun Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengunggah julukan enam Presiden Indonesia. Presiden pertama RI Sukarno disebut Bapak Proklamator, sedangkan Soeharto disebut sebagai Bapak Pembangunan.

Hal itu diunggah di akun Instagram @kemensetneg.ri seperti dilihat detikcom, Minggu (17/4/2022). Tak hanya Sukarno dan Soeharto, BJ Habibie hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mendapat julukan. Julukan keenam Presiden ini versi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.

1. Sukarno (Bapak Proklamasi)

Sukarno, atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno, adalah Presiden pertama Republik Indonesia. Beliau lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901. Bung Karno memiliki peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan sosok yang membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

2. Soeharto (Bapak Pembangunan)

Soeharto adalah Presiden Republik Indonesia ke-2. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921. Julukan Bapak Pembangunan yang tersemat pada Presiden Soeharto karena memfokuskan program kerjanya terhadap pembangunan ekonomi dan menciptakan landasan untuk pembangunan yang disebut sebagai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).

3. BJ Habibie (Bapak Teknologi)

Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3. Lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. BJ Habibie, yang di masa kecilnya biasa disapa Rudy, dikenal memiliki kecerdasan luar biasa di bidang teknologi dan industri pesawat terbang. Itulah alasan BJ Habibie disebut sebagai Bapak Teknologi. Pesawat N250 Gatotokaca merupakan pesawat buatan Indonesia pertama yang digagas BJ Habibie.

4. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (Bapak Pluralisme)

Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik Indonesia yang menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4. Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940. Gus Dur mendapatkan julukan Bapak Pluralisme karena beliau memberikan gagasan-gagasan universal mengenai pentingnya menghormati perbedaan sebagai bangsa yang beragam dan lantang dalam membela minoritas. Salah satu buktinya adalah pencabutan peraturan yang melarang kegiatan adat warga Tionghoa secara terbuka seperti perayaan Imlek.

5. Megawati Soekarnoputri (Ibu Penegak Konstitusi)

Setelah Gus Dur, tongkat estafet pemerintahan Indonesia dilanjutkan oleh Megawati Soekarnoputri yang menjadi Presiden Republik Indonesia ke-5. Dia lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947. Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, Megawati tercatat sebagai Presiden wanita pertama di Indonesia. Beliau juga sebagai pencetus berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyiapkan sistem pemilihan umum (pemilu) pertama kali, ketika masyarakat Indonesia dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden, di samping memilih calon anggota legislatif. Itulah alasan Megawati Soekarnoputri diberi julukan Ibu Penegak Konstitusi.

6. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Bapak Perdamaian)

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden Republik Indonesia ke-6 kelahiran 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. SBY sendiri mempunyai latar belakang militer, namun ia mengundurkan diri dari karier militernya setelah diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi tahun 1999 oleh Gus Dur.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijuluki sebagai 'Bapak Perdamaian' karena pada masa jabatan beliau sebagai Presiden, Indonesia banyak berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Seperti Perjanjian Perdamaian Aceh melalui Nota Kesepahaman Helsinki, membangun Pusat Perdamaian dan Keamanan atau Indonesia Peace and Security Center (IPSC). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan