Ketua PBNU soal Ade Armando Dikeroyok: Tak Boleh Halalkan Darah Seseorang

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi menyayangkan demo 11 April di depan Gedung DPR diwarnai oleh pengeroyokan terhadap Ade Armando. Fahrur mengecam tindakan kekerasan tersebut.

"Seharusnya tidak boleh melakukan kekerasan sesama manusia, tanpa melalui proses hukum yang berlaku," kata Fahrur kepada wartawan, Senin (11/4/2022).

Fahrur mengatakan sejak awal PBNU mengimbau agar tidak ada massa yang turun ke jalan. Menurutnya, dalam suasana Ramadan semua umat muslim seharusnya menahan diri dari segala amarah demi ketenteraman.

"Sejak awal kita PBNU sudah mengimbau agar tidak turun jalan, demi menjaga ketentraman dan ketertiban di bulan Ramadan. Semuanya supaya menahan diri dan menghormati kemuliaan Ramadan, apalagi bagi muslim yang berpuasa dilarang marah dan bertengkar," ujarnya.

Di satu sisi, Fahrur heran dengan adanya Ade Armando di tengah massa aksi. Menurutnya, Ade Armando tidak memahami kondisi massa yang impulsif. Meski begitu, dia mengatakan segala tindak kekerasan tidak dibenarkan.

"Saya juga tidak mengerti kenapa Ade Armando bersama mereka. Semestinya dia memahami psikologi massa yang tidak kondusif. Saya melihat video dia wawancara di tengah massa demo, mungkin dia nggak sadar dengan psikologi massa yang sangat impulsif seperti itu. Saya tidak setuju kekerasan sipil oleh siapapun, atas nama apapun," ujarnya.

Fahrur lantas memberikan komentar terkait sejumlah massa yang mengucapkan lafaz 'laa ilaaha illallah' saat mengeroyok Ade Armando, bahkan ada yang besorak kalau darah Ade Armando 'halal' untuk dibunuh. Fahrur mengecam hal tersebut.

"Tidak boleh menghalalkan darah orang Islam. Sebesar apapun kesalahannya, tanpa proses pengadilan yang sah, dan dilarang melakukan penganiayaan terhadap sesamanya," tuturnya.

Untuk diketahui, video pengeroyokan Ade Armando viral di media sosial salah satunya di akun milik Denny Siregar. Sejumlah massa mengeroyok Ade Armando dengan mengumandangkan 'laa ilaaha illallah'. Bahkan di video lainnya, ada yang bersorak kalau darah Ade Armando 'halal' untuk dilakukan kekerasan.

Kondisi Ade Armando

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie malam ini menjenguk Ade Armando di RS Siloam. Grace mengungkap kondisi Ade Armando usai menjadi korban pengeroyokan di depan gedung DPR siang tadi.

"Bang Ade tadi masih sangat sadar, sangat bisa diajak ngomong dan pas turun dari ambulans tangan jempolnya naik," kata Grace ditemui di RS Siloam, Jakarta Selatan, Senin (11/4).

Menurut Grace, Ade Armando masih bisa berkomunikasi dengan baik. Ade bahkan bercerita soal insiden pengeroyokan yang dialaminya.

Ade, kata Grace, hari ini datang ke gedung DPR dalam rangka menemani anak didiknya untuk meliput demo untuk pertama kalinya. Namun, secara tiba-tiba ada massa yang melakukan provokasi ke arahnya dan memantik massa lain untuk melakukan penyerangan.

Dari percakapannya dengan Ade di ruang perawatan, Grace mengatakan semangat dosen UI ini tidak surut. Tidak ada tanda-tanda ketakutan yang terpancar dari Ade Armando.

Polisi Sebut Penganiaya Ade Armando Bukan Mahasiswa

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memastikan pelaku penganiayaan terhadap dosen sekaligus pegiat media sosial Ade Armando bukanlah mahasiswa. Ade Armando mengalami luka-luka akibat aksi kekerasan tersebut.

"Namun, setelah diterima dan mahasiswa kembali, ada sekelompok massa yang kami sudah identifikasi melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada saudara Ade Armando," kata Fadil Imran. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan