Singgung Tugas IDI, Yasonna Dorong UU Praktik-Pendidikan Dokter Direvisi

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan izin praktik kedokteran sebaiknya menjadi domain pemerintah, bukan kepada lembaga profesi. Dia mengusulkan UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran dan UU 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran direvisi.

"Saran kami dan masukan dari banyak pihak saya kira revisi ini perlu, UU Praktik Kedokteran, UU Pendidikan Kedokteran kami akan review lagi untuk kita satukan supaya nanti lebih baik penataannya," kata Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Yasonna mengatakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) harus berfokus pada penguatan dokter. Dia kemudian mencontohkan banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri.

"Justru saya kira menurut saya ya, IDI lebih bagus konsentrasi dalam itu, penguatan dokter, perbaikan, sekarang banyak sekali lagi orang yang lebih banyak berobat ke, di Sumatera Utara, misalnya, orang mengapa lebih senang berobat ke Penang? Kalau di Sumatera Utara ke Penang, kalau dari Riau ke Malaka, triliun habis. Kalau orang Jakarta masuk ke Singapura, yakan? Padahal S1-nya dokter-dokter itu apalagi yang dari Malaysia itu kebanyakan dari kita," ujarnya.

Yasonna lalu menyinggung pemecatan mantan Menkes Terawan Agus Putranto dari IDI. Menurutnya, IDI tidak seharusnya melakukan pemecatan terhadap Terawan.

"Soal dalam kasus Terawan, misalnya, 40 ribu orang yang sudah berobat sama dia lebih, jadi saya kebetulan ketemu sama seorang dokter, dia bilang 40 ribu. Kalau itu tidak benar tentunya kan orang-orang ini tidak akan bicara manfaat-manfaat. Orang mengalami perbaikan empirik sehingga diberitahu, diberi tahu itu jadi kampanye tersendiri, lebih baik kan dilakukan pendekatan yang baik, kalau begini caranya kan udah banyak sekali masyarakat menuntut, sudah, deh," ujarnya.

"Saya dengar juga ada lagi mau buat profesi dokter tandingan, akhirnya membuka sesuatu yang tidak perlu sebenarnya," lanjut Yasonna. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan