Jadi Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin, Ini Tugas dan Peran AS

Polda Metro Jaya kembali mengamankan satu tokoh sentral ormas Khilafatul Muslimin berinisial AS. Tersangka AS menjabat sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin. Apa saja tugasnya?

"AS atas perintah khalifah memiliki peran menetapkan bahan ajar atau kurikulum lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam keterangan kepada wartawan, Senin (13/6/2022).

AS ditangkap di Mojokerto dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB. AS diketahui merupakan salah satu tokoh sentral dengan jabatan sebagai menteri di ormas Khilafatul Muslimin.

Zulpan mengatakan sebagai menteri, tersangka AS berperan dalam pembuatan konten di buletin dan sejumlah tulisan yang diedarkan oleh Khilafatul Muslimin. Konten di buletin tersebut ditulis oleh AS dan bertentangan dengan Pancasila.

"Yang bersangkutan juga penulis di buletin, koran, dan lain-lain yang di keluarkan oleh Khilafatul Muslimin yang berisikan ajaran ataupun paham yang bertentangan dengan Pancasila," ujar Zulpan.

6 Tokoh Khilafatul Muslimin Ditangkap

Penangkapan kepada AS menambah daftar tokoh ormas Khilafatul Muslimin yang telah ditangkap oleh jajaran Polda Metro Jaya. Total, ada enam tokoh ormas tersebut yang telah ditangkap.

Penangkapan pertama terjadi pada Selasa (7/6) di kantor pusat Khilafatul Muslimin yang berlokasi di Bandar Lampung, Lampung. Polisi saat itu menangkap pimpinan tertinggi ormas tersebut bernama Abdul Qadir Hasan Baraja.

Empat hari berselang polisi kembali melakukan penangkapan kepada empat orang tokoh Khilafatul Muslimin lainnya. Penangkapan terjadi pada Sabtu (11/6) di Lampung, Medan, hingga Bekasi.

Empat orang yang ditangkap tersebut berinisial AA, IN, F, dan SW. Mereka ditangkap dengan sejumlah peran yang berbeda di organisasi tersebut.

"Pertama Inisialnya AA ditangkap di Bandar Lampung perannya sebagai sekretaris Khilafatul Muslimin yang menjalankan operasional dan keuangan organisasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/6).

IN ditangkap di kota yang sama berperan sebagai penyebar doktrin melalui sistem pendidikan. Dia juga menyebarkan doktrin melalui pelatihan yang dilakukan ormas Khilafatul Muslimin.

Sementara tersangka F ditangkap di Medan. F berperan sebagai penanggung jawab dan pengumpul dana dari Khilafatul Muslimin.

Polda Metro Jaya juga menangkap SW di Pekayon, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dia diketahui sebagai pengurus dan pendiri ormas Khilafatul Muslimin.

"Kemudian keempat, ditangkap kota Bekasi inisialnya SW ini perannya inisialnya pengurus dan juga pendiri Khilafatul Muslimin bersama pimpinan petinggi mereka," ucapnya.

Khilafatul Muslimin Bikin Data Induk Sendiri

Polisi juga telah melakukan penggeledah di kantor pusat ormas Khilafatul Muslimin yang berada di Bandar Lampung, Lampung. Polisi menemukan puluhan data induk anggota ormas Khilafatul Muslimin se-Indonesia.

"Dan kita temukan di situ data induk warga Khilafatul Muslimin se-Indonesia yang sampai sore ini kita temukan berjumlah mencapai puluhan ribu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (11/6).

Zulpan menyebut data tersebut digunakan untuk membuat nomor induk baru. Nantinya akan digunakan untuk menggantikan e-KTP (KTP elektronik) yang diterbitkan pemerintah Indonesia.

"Dan ada temuan menarik, mereka juga sudah membuat Nomor Induk Warga atau NIW yang digunakan Khilafatul Muslimin untuk menggantikan e-KTP yang diterbitkan pemerintah Indonesia," kata Zulpan.

Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga menyita uang tunai senilai Rp 2,3 miliar di sebuah brankas besi. Polisi tengah mendalami asal aliran uang tersebut yang diduga merupakan dana operasional ormas Khilafatul Muslimin. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan