Pesawat Jokowi Berputar di Perbatasan Iran-Turki, Istana Beri Penjelasan

Pesawat Garuda Indonesia (GIA-1) yang membawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan menuju Munich, Jerman, sempat berputar di atas perbatasan wilayah Iran dan Turki. Istana memberikan penjelasan mengenai hal itu.

Dilihat detikcom dari situs pelacak penerbangan Flightradar24, Senin (27/6/2022), terlihat garis ungu rute penerbangan dari Bandara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pesawat itu berangkat dari Soetta sekitar pukul 10.36 WIB.

Setelah memasuki wilayah Iran dan hendak memasuki Turki, pesawat tersebut tampak berputar. Dari situs tersebut, terlihat garis ungu penerbangan yang melingkar.

Setelah itu, pesawat melanjutkan penerbangan menuju Munich. Jokowi kemudian mendarat di Jerman setelah penerbangan sekitar 13 jam.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin buka suara atas hal tersebut. Bey mengatakan momen pesawat berputar itu berkaitan dengan waktu ketibaan di Jerman.

"Hal itu berkaitan dengan waktu ketibaan di Munich, Jerman, dimana pesawat GIA-1 diperkirakan tiba lebih cepat dari slot waktu yang disediakan," kata Bey dalam keterangan tertulis.

Bey menjelaskan, penyesuaian itu telah disetujui oleh Sesmilpres Marsda TNI M Tonny Harjono. Aspek keselamatan dan keamanan juga sudah dipertimbangkan.

"Agar kedatangan pesawat GIA-1 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, pilot melakukan holding guna menyesuaikan waktu ketibaan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan. Dan hal itu sudah dikomunikasikan dan disetujui Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono yang turut serta dalam penerbangan tersebut," ujar Bey.

Jokowi Bawa Misi Perdamaian

Seperti diketahui, Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Jerman untuk menghadiri KTT G7. Di forum G7, Jokowi akan mendorong para pemimpin negara untuk mewujudkan perdamaian di Ukraina.

"Di sini akan kita mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mengupayakan perdamaian di Ukraina dan juga secepat-cepatnya mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan, krisis energi, yang sedang melanda dunia," ujar Jokowi.

Setelah dari Jerman, Jokowi akan bertolak menuju Ukraina. Jokowi akan bertemu dengan Volodymyr Zelensky untuk mendorong ruang dialog dengan Rusia.

"Misinya adalah mengajak Presiden Ukraina, Presiden Zelensky untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian, untuk membangun perdamaian. Karena memang perang harus dihentikan," imbuh Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi akan menuju Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Pada kesempatan tersebut, Jokowi bakal meminta Putin menghentikan perang.

"Sekali lagi, dengan misi yang sama saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," imbuh Jokowi. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan