Diperlakukan Sama, Mas Bechi Dicampur dengan Tahanan Lain di Rutan Medaeng

Tersangka pencabulan M Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi (MSAT) diperlakukan sama di Rutan Kelas 1 Medaeng. Anak pengasuh Ponpes Shiddqiyyah Jombang, KH Mukhtar Mukti itu di masukkan ke sel khusus untuk menjalani isolasi selama tujuh hari.

Setelah itu Mas Bechi akan ditempatkan di blok tahanan berbaur bersama warga binaan rutan lainnya. Mas Bechi dititipkan di Rutan Medaeng selama menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Pagi tadi, Mas Bechi sempat diperlihatkan petugas di Rutan Kelas 1 Medaeng, Sidoarjo. Pantauan di lokasi, Mas Bechi terlihat mengenakan kaos warna kunig dan hitam. Dia berdiri membelakangi media dan terus tertunduk. Sementara kedua tangannya diborgol. 

Mas Bechi yang selama dikenal licin dan selalu lolos dalam pengejaran akhirnya diam tak berkutik. Dia pun terlihat pasrah atas proses hukum yang akan dihadapi.

Mas Bechi menyerahkan diri setelah drama pengepungan Pondok Pesantren Shiddiqiyyah selama 15 jam, Kamis (7/7/2022). mas Bechi diantarkan ayahnya KH Mukhtar Mukti ke Polda Jatim sebelum akhirnya dititipkan di Rutan Medaeng. 

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Haryanto mengatakan secara administrasi pihaknya sudah menyerahkan tahap dua tersangka dan barang bukti kepada jaksa. Tahap sepanjutnya yakni proses persidangan. 

"Pada perkara ini tersangka dijerat dengan Pasal 285 KUHP junto Pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun dan atau pasal 294 ayat 2 KUHP junto 65 ancaman pidana 9 tahun atau Pasal 285 KUHP junto pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun," katanya. [inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan