Kala Kombes Budhi Ucap Satya Haprabu di Momen Perpisahan dengan Anggota

Kombes Budhi Herdi Susianto turut dinonaktifkan dari jabatan Kapolres Metro Jakarta Selatan terkait kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J Budhi Herdi memberikan salam perpisahan kepada anggota Polres Metro Jakarta Selatan saat pelepasan terakhir.

Upacara pelepasan Budhi Herdi digelar di halaman Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jl Wijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7) pagi. Kombes Budhi Herdi Susianto sempat mengucapkan 'satya haprabu', yang artinya setia pada pimpinan negara, kala perpisahan dengan anggotanya itu.

"Sebagai prajurit, sebagai anggota satya haprabu, demi Merah Putih dan demi Polri yang kita cintai ini. Kebijakan dari pimpinan. Karena saya yakin perintah yang beliau keluarkan pasti sudah melalui pertimbangan yang panjang," ujar Budhi dalam sebuah video yang diterima detikcom, Jumat (22/7/2022).

Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan pangkat dan jabatan hanya titipan Allah SWT. Lulusan Akpol 1996 ini menyadari garis Tuhan, apa pun yang terjadi, maka terjadilah.

"Karena semua ini hanya titipan, termasuk hidup kita di dunia ini hanya sementara. Kalau Allah sudah berkehendak, kun fayakun, apa pun yang terjadi, terjadilah," ungkapnya.

Budhi Herdi memberikan pelukan kepada sejumlah anggotanya. Sebagai bentuk salam perpisahan, personel mengguyurkan air hingga Kombes Budhi Herdi Susianto basah kuyup.

Tiga Pejabat Polri Dinonaktifkan

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto. Penonaktifan itu dilakukan agar penyelidikan kasus Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat berjalan objektif dan transparan.

"Menonaktifkan Karo Paminal, kedua dinonaktifkan adalah Kapolres Jaksel Kombes Pol Budhi Herdi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di kantornya, Rabu (20/7/2022).

Dia mengatakan penonaktifan Karo Paminal Divpropam dan Kapolres Metro Jaksel itu untuk menjaga independensi Polri. Pengganti Kapolres Metro Jaksel segera ditunjuk oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil.

Dia juga mengatakan tim khusus yang dibentuk Kapolri terus bekerja. Tim khusus telah menerima tim kuasa hukum dari keluarga Brigadir Yoshua.

"Dalam rangka menjaga objektivitas, transparansi, independensi, tim harus betul-betul menjaga marwah, itu seperti komitmen Bapak Kapolri," ujarnya.

Dedi mengatakan autopsi ulang akan dilakukan. Selain itu, timsus sudah menemukan rekaman CCTV.

"Kita sudah menemukan CCTV dan bisa mengungkap jelas tentang konstruksi jelas kasus ini. CCTV ini sedang didalami timsus. Dan nanti akan dibuka apabila serangkaian proses telah dilakukan," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri juga menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo terkait kasus Brigadir J ini. Penonaktifan Irjen Ferdy Sambo ini disampaikan secara langsung oleh Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (18/7). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan