Muhadjir Pertimbangkan Saran Kabareskrim Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyah

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyarankan kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencabut izin Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso buntut kasus pencabulan Mas Bechi. Menag Ad Interim, Muhadjir Effendy, menilai saran tersebut patut dipertimbangkan.

"Ini masalah oknum, bukan masalah lembaga. Namun saran Bareskrim patut dipertimbangkan," ujar Muhadjir saat dihubungi, Kamis (7/7/2022).

Namun Muhadjir menilai, dalam kasus ini, oknumlah yang melindungi Mas Bechi, bukan ponpes. "Oknumnya, bukan ponpesnya yang melindungi," kata Muhadjir.

Menurut Muhadjir, pihaknya belum akan melakukan langkah pengecekan terkait hal ini. Muhadjir mengatakan saat ini dia mempercayai pihak penegak hukum yang efektif.

"Belum mengarah ke situ. Kita percaya kemampuan aparat penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah yang lebih efektif," tuturnya.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menag Ad Interim. Muhadjir akan menjabat Menag untuk sementara waktu lantaran Yaqut Cholil Qoumas sedang melaksanakan ibadah haji.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyarankan kepada Kemenag untuk mencabut izin Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso.

Agus awalnya mengakui pihaknya perlu dukungan masyarakat dalam menuntaskan masalah. Dukungan yang diharapkan, semisal, menarik putra-putrinya dari ponpes tersebut.

"Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk menuntaskan masalah tersebut, misal semua orang tua murid yang ada di ponpes tersebut menarik semua putra-putrinya untuk pindah ke ponpes yang lebih aman dari kemungkinan menjadi korban kekerasan seksual," kata Agus saat dihubungi wartawan, Kamis (7/7).

"Masyarakat tidak memasukkan putra-putrinya ke ponpes tersebut," sambung Agus.

Dia lalu menyarankan agar Kementerian Agama memberikan sanksi pembekuan izin Ponpes Shiddiqiyyah Ploso. "Kementerian Agama memberi sanksi pembekuan izin ponpes dan lain-lain," ucap Agus.

Lebih lanjut, Agus menyayangkan sikap para penghuni ponpes melindungi Mas Bechi. Agus yakin semua pihak sepakat perbuatan kekerasan seksual tak bisa ditoleransi.

"Saya rasa kita semua, khususnya warga Jatim, kan tidak mentolerir apa yang dilakukan oleh pelaku kepada santriwati-santriwati yang menjadi korbannya," ujar Agus. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan