Pengacara Konsultasi ke Polisi soal Ahok Dibawa-bawa di Kasus Brigadir J

Pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ahmad Ramzy, menyambangi Polda Metro Jaya siang ini. Ramzy datang ke Polda Metro untuk berkonsultasi dengan penyidik terkait pernyataan pengacara Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak, yang membawa-bawa nama Ahok di kasus Brigadir J.

"Saya datang ke Polda Metro, Subdit Cyber, mengkonsultasikan perkataan yang dibuat oleh pengacara Brigadir J, Saudara Kamarudin Simanjuntak yang mengait-ngaitkan case yang ditangani dengan Pak BTP beserta keluarga. Kaitan pernikahannya dengan Bu Puput dan perceraiannya dengan istri sebelumnya," kata Ramzi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/7/2022).

Menurut pendapat Ramzy, pernyataan Kamarudin yang menganalogikan kasus Brigadir J dengan pernikahan Ahok dan Puput Nastiti Devi (Puput) sangat tidak relevan.

"Teman-teman media mendengar dari YouTube yang disampaikan Kamarudin di akun YoTube tersebut menganalogikan case tentang perselingkuhan, yang mana melibatkan pak BTP ketika waktu itu di penjara," katanya.

Menurutnya hal ini merugikan dan mencemarkan nama baik Ahok. Sebab, Kamarudin tidak mengetahui persoalan yang sesungguhnya.

"Jadi saya meminta untuk Kamarudin untuk tidak lagi mengait-ngaitkan case klien saya. Kalau misalnya tidak mengetahui apa musababnya dan tidak mengetahui penyebabnya sesungguhnya, lebih baik fokus saja pada penanganan perkaranya. Tidak lagi menarik-narik klien saya pak BTP," tuturnya.

"Apalagi kejadian ini sudah 4 tahun lalu, sudah ada pengutusan pengadilan dan semua sudah tertera pada keputusan. Tapi kok masih aja dikaitkan dengan pak BTP?" tambahnya.

Kamarudin Simanjuntak Dituntut Minta Maaf

Kamarudin Simanjuntak dinilai telah mencemarkan nama baik Ahok. Kamarudin Simanjuntak dituntut menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya tersebut.

"Kami akan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan polisi jika Kamarudin Simanjuntak tidak meminta maaf dan meralat omongannya saya menunggu rekan Kamarudin 2 X 24 jam untuk melakukan permohonan maaf kepada Pak BTP dan keluarga," tegas Ramzy.

Ramzy mengatakan perbuatan Kamarudin Simanjuntak sangat merugikan Ahok, terutama karena menyinggung pernikahan dengan Puput Nastiti Devi. Perbuatan Kamarudin menyangkutpautkan pernikahan Ahok-Puput dengan Brigadir J sangat tidak relevan.

Ramzy menyarankan Kamarudin untuk fokus menangani kasus Brigadir J tanpa membuat opini, apalagi mengaitkannya dengan pernikahan Ahok dan Puput.

"Saya menyarankan untuk rekan Kamarudin untuk fokus pada perkara yang ditangani dan jangan juga terlalu kebanyakan nonton film, sehingga membuat analisa ngawur serta menggiring opini publik yang mencemarkan nama baik keluarga besar Pak BTP," tegas Ramzy.

detikcom telah menghubungi Kamarudin Simanjuntak untuk meminta tanggapannya, tetapi hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.

Pernyataan Viral Kamarudin Bawa-bawa Ahok

Ucapan Kamarudin yang mengaitkan kasus Brigadir J dengan Ahok ini viral di media sosial. Dia bicara bawa-bawa Ahok dalam kasus Brigadir J ini dalam sebuah diskusi virtual yang tayang di kanal YouTube Perianto Zamasi.

Awalnya, dalam video tersebut, Kamarudin mengaku dirinya sering menonton film buatan Israel. Menurutnya, film-film buatan Israel mendidik.

"Saya biasa nonton film-film buatan Israel, karena saya mengklaim diri Israel dan pecinta Israel. Film-film yang dibuat Israel itu sangat mendidik, terutama yang menyangkut hukum," kata Kamarudin, dalam tayangan YouTube, seperti dilihat detikcom, Senin (25/7).

"Oleh karena itu, saya melempar pertanyaan buat kita semua. Saya belajar dari kasus Ahok. Waktu itu Ahok menuduh Ibu Veronica (mantan istri Ahok) lah yang berselingkuh. Mungkin semua kita masih mengingat-ingat itu, bahkan Ahok paling sering menyebut nama Yesus, seolah-olah Ahok itu benar," jelasnya.

Kamarudin lalau menyinggung soal Ahok dan Puput yang kini sudah menjadi pasangan suami-istri.

"Tetapi ketika Ahok sudah dipenjara, tiba-tiba dia bikin janji perkawinan dengan ajudan ibu itu (Puput merupakan ajudan Veronica saat Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta-red). Pertanyaan saya, kapan mereka pacaran, sehingga ketika Ahok di balik jeruji dan di balik tembok mengikat perjanjian kawin dengan ajudan ibu itu. Orang yang sudah dewasa dan sudah cerdas pasti memahami maksud saya ini," bebernya.

"Maka demikian juga yang terjadi dengan di Duren Tiga sana, apakah tidak kita berpikir bahwa yang terjadi adalah sebaliknya. Apakah kita tidak berpikir bahwa almarhum ini adalah yang mengetahui, misalnya--ini misalnya ya--dugaan terjadinya seperti Ahok tadi, atau dugaan terjadinya misalnya perselingkuhan. Sehingga karena dia saksi, misalnya, atau semacam whistle blower kepada nyonya (istri Irjen Ferdy Sambo), maka da harus dihabisi, ya dicatat. Kalau saya berkata-kata sesuatu bisa saja penting," tuturnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan