Pernyataan Lengkap Jokowi Usai Bertemu Putin di Istana Kremlin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah hal dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin. Begini pernyataan lengkap Jokowi.

Mulanya, Jokowi menyampaikan siap menjadi jembatan komunikasi antara Putin dan Presiden Ukraina, Zelensky. Meski situasi saat ini masih sangat sulit, Jokowi mengatakan penyelesaian damai sangat penting untuk terus dikedepankan

"Saya telah sampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut," ucap Jokowi.

Di samping itu, Jokowi juga meminta Rusia untuk menjamin jalur ekspor pangan Ukraina. Terutama jalur laut.

"Saya mendukung upaya PBB reintegrasi komoditi pangan dan pupuk Rusia dan komoditi pangan Ukraina dalam rantai pasok dunia. Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia. Ini sebuah berita yang baik," ujar Jokow

Berikut pernyataan lengkap Jokowi di Istana Kremlin:

Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Putin yang sudah menerima kunjungan saya di Moskow. Beberapa hal yang saya bahas dan saya sampaikan dalam pertemuan.

Yang pertama, bahwa isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Konstitusi Indonesia mengamatkan agar Indonesia selalu berusaha berkontribusi sebagai terciptanya perdamaian dunia, dalam konteks ini lah saya melakukan kunjungan ke Kiev dan Moskow.

Yang kedua, sebagaimana yang saya sampaikan di Kiev, walaupun situasi saat ini masih sangat sulit, namun saya tetap menyampaikan bahwa penyelesaian damai penting untuk terus dikedepankan dan juga ruang-ruang dialog terus bisa dibuka.

Saya telah menyampaikan pesan presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan persiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara kedua pemimpin tersebut.

Yang ketiga, saya tadi banyak berdiskusi dan menekankan bahwa pangan dan pupuk adalah masalah kemanusiaan, merupakan kepentingan masyarakat dunia dan ratusan juta orang terdampak dengan terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk terutama di negara-negara berkembang. Saya sangat menghargai presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk baik dari Rusia maupun dari Ukraina. Ini sebuah berita yang baik.

Kemudian keempat, demi kemanusiaan saya juga mendukung upaya PBB untuk reintegrasi komoditi pangan dan pupuk Rusia dan komoditi pangan Ukraina untuk masuk lagi dalam rantai pasok dunia dan khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina terutama jalur laut, tadi Presiden Putin sekali lagi sudah memberikan jaminannya.

Kelima, kami berdiskusi panjang mengenai kerjasama antara Rusia dan Indonesia baik di bidang investasi, perdagangan, dan di bidang turisme yang akan kita tidak lanjutin dengan membentuk tim agar bisa membahasnya secara detail.

Sebagai penutup dapat saya sampaikan Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan pupuk energi dapat segera diperbaiki karena ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang bahkan miliaran manusia. Saya mengajak seluruh pemimpin dunia untuk bekerja sama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai, dan semangat kerjasama hanya dengan spirit itulah perdamaian dapat dicapai. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan