7 Jam Diperiksa, Irjen Ferdy Sambo Ungkap Kesaksian di Rumah Dinas

Kepala Divisi Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan pembunuhan Brigadir J. Saat keluar ruang pemeriksaan, Sambo dikawal ketat anggota Provos Polri.

Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, Sambo keluar sekitar pukul 17.10 WIB. Jenderal bintang dua itu menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam sejak pukul 10.00 WIB.

"Hari ini saya sudah memberikan keterangan apa yang saya ketahui, saya lihat, saya saksikan terkait dengan peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya Duren Tiga," ujar Sambo.

"Mari sama-sama kita percayakan kepada tim khusus yang akan menjelaskan secara terang benderang," ujarnya menutup keterangan.

Sambo mendapat pengawal ketat. Sempat terjadi aksi saling dorong antara anggota Provos dengan wartawan yang mencoba meminta keterangan Sambo.

Anggota Provos meminta agar wartawan membuka jalan untuk Sambo.

Sambo sebelumya mengaku sudah empat kali diperiksa dalam kasus kematian Brigadir J. Ia menyebut telah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.

Dalam kesempatan ini, Sambo meminta maaf kepada Polri atas kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinasnya, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Sambo juga menyampaikan duka cita atas kematian Brigadir J, yang juga ajudan dan sopir istrinya. Ia meminta keluarga Brigadir J kuat terkait kasus ini.

Polisi telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Ia dijerat Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J tak terima Bharada E hanya dijerat pasal pembunuhan. Mereka meminta agar penyidik menjerat tersangka dengan pasal pembunuhan berencana. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan